From the Bottom of my heart

Special for all of you







dharmadmaja
December 25th 1981  (Age 27)
Male
bekasi
Agung Sunarno Dharma Admaja

Klaten, 25 Desember 1981
Painter and sculpture (special on nudes vigure painting , portrait & naturalist)


email:
dharma_admaja@yahoo.com
dharmadmaja@plasa.com
art colection see all in :
http://thesoulofsiva.blogspot.com




   

<< December 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31

My Private Colections

Burung Kematian (2003)
Kanjeng Ratu Kidul (2001)
Naked women (2002)
Peony ( 2004) sold
Lion Hunt (2001)




Jika anda berkenan singgah di gallery on line saya
silahkan mampir di :
http://simphonyofcolour.blogdrive.com



If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Thursday, January 11, 2007
ingin ku

je veux le contact votre visage quand en soirée viens...
je veux vois que vos yeux devant moi...
je veux le contact votre menton....
et embrasse les lèvres douces d'ur avec le mouvement lent.
je veux la étreinte votre corps un sentir votre chaud.
je veux entends votre bruit dans mon oreille quand vous dites à moi, je t'aime.
je veux la étreinte votre corps chaque jour, chaque nuit.
je veux vous vois rester dans mon lit chaque miel de nuit.
je veux vois votre visage quand sommeil sur ma étreinte.
sueur du soo i.
je veux vous vois vous réveiller le matin sans n'importe quelle marque vers le haut dans votre visage.
 juste sur vous et moi
 
Ingin kusentuh wajah mu di sore hari
Ingin ku lihat matamu didepanku
ingin ku sntuh dagumu dan mencium mu dengan perlahan
ingin ku peluk tubuh mu dan kurasakan hangat kasih mu
Ingin kudengar suara lembutmu di telingaku dan berkata , i love you
ingin ku pleuk dalam dekapan ku tubuh mu setiap hati , setiap malamku
inginku melihatmu di samping ku setiap lelap tidur ku
ingin ku lihat wajah kala tidur dalam peluk ku.
begitu manis
ingin ku lihat kau bangun dari lelapmu dengan wajah polos mu
hanya kau dan aku
 
 

Posted at 1/11/2007 1:59:31 pm by dharmadmaja
Make a comment  

laissez-moi

Laissez-moi se développer dans votre terre.
Laissez-moi voler en votre ciel.
Laissez-moi mourir dans votre côté

Posted at 1/11/2007 1:39:25 pm by dharmadmaja
Make a comment  

mi amore

Quand je vois dans vos yeux
J'ai trouvé mon monde....
Quand je vois dans votre sourire que
J'ai trouvé mon âme...
Quand je vois dans votre triste
J'ai trouvé ma matrice viens à moi

Posted at 1/11/2007 1:31:23 pm by dharmadmaja
Make a comment  

Thursday, October 19, 2006
jawab apa ?

Aku harus jawab apa ??atas semua pertanyaan mu ? atas semua perhatian mu ?? atas semua rasa sayangmu ? atas semua keindahan yang telah kau beri ? atas semua yang jadikan memory indah yang telah kau hadirkan setaip detik waktuku ? atas semua kedamaian yang telah kau berikan di setiap relung hati dan belai mesramu ?? Aku harus jawab apa ?Aku harus bagimana ? dimana aku harus berada saat ini ?? disaat ini atau kapan ?

Aku hanya tahu saat aku harus terhempas atas senja dan amasa kelam kemarin akal bersamanya .... walau memang kurasakan indah dan bahagia kala bersamanya, tapi  hati kecil ini masih berat untuk membuka dan berulang untuk mencinta. Aku hanya takut dan dalam phobia ku akan terjadi seperti senja kemarin saat aku harus terjatuh dan terjatuh lagi ...

Aku hanya bisa menggapai asa ku kini , esok dan mendatang ....

tapi tak bisa ku berucap harus dan iya atas semua ini. Karena ragu dan risau di hati ini begitu tak terbendung atas rasa ingin dan tidak ku

Aku hanya tak ingin terus tenggelam, dalam duka ini

Tapi sisi lain ku aku masih berharap atas hadir nya dia yang dulu bersanding di hati. Yang mungkin tak terganti, karena kau bukan dia , dan dia bukan kau.....

Jawab apa ???? kamu pun tahu jawab ku tak perlu ku jawab tlah kau dapati isi ini semua atas hati ku , kita dan mereka......

isi hatimu

yg ku tunggu


Posted at 10/19/2006 12:22:27 am by dharmadmaja
Make a comment  

saat

ada saat kita butuh sendiri
ada saat kita butuh teman

ada saat kita butuh diam dan mebisu
ada saat kita butuh terbuka dan berucap

ada saat kita butuh jomblo demi kedamian dan nyaman nya hidup
ada saat kita butuh pendamping untuk saling berbagi

ada saat untuk kita memulai
ada saat untuk kita harus berakhir

dia ada bukan karena mu
dan kamu pun ada bukan karena dia

jangan jatuh terlalu dalam
takut bangkit pun tak bisa gapai

 

 


Posted at 10/19/2006 12:16:19 am by dharmadmaja
Make a comment  

Wednesday, October 11, 2006
Hakikat

Udin seorang anak umur 8 tahun yang baru menginjak tapak kaki untuk berpikir. Dalam benak seorang udin yang seharusnya masih terngiang lagu riang anak lapang, sorak sorai riuh bertalu kejar kecipuk air yang beriak, tapi telah terbesit suatu esok akan jadi nampak akan yang akan bisa ditapaki.
" pak siapa saya ini pak ? kenapa harus saya dilahirkan pak ? kenapa saya yang harus jadi anak bapak, bukan si maman si upik ? Kenapa saya harus seperti ini pak ?"

Pertanyaan seorang anak kecil 8 tahun yang terlalu dalam untuk kita ungkap dan kita jabarkan dalam pemahaman yang singakat jelas tapi dimengerti oleh seumuran nya .

Yang mungkin seroang ayah pun akan bingung harus jawab apa , atau hampir semua orang pun belum tentu bisa jawab atas singaka ucap semungil Udin.

Sang ayah yang terlah 8 tahun mendidik nya pun telah berpusing atas segala ucap sang bocah kecilnya. Sang ayah yang telah dirundung kebingungan dan kebimbangan harus jawab apa, sebab dianya pun tak mampu jawab itu semua, dia hanya mampu jalani hidup dan tanpa pernah berpikir dan terbesit kenapa dia ada di dunia ini , kenapa dia harus hidup dan kenapa dia harus punya anak semacam Udin.

Pertanyaan singkat tapi cukup pelik dan memakan waktu bertahun tahun untuk bisa jawab telah terlontar dari seorang bocah 8 tahun. Dengan wajah polos tanpa dosanya dan mata bening yang sneantiasa mendamaikan serasa tanpa dosa menunggu jawab atas seorang Bapak dan ayah yang telah dimiliki selama 8 tahun ini.

" pak kenapa pak ? kenapa terdiam dan mebisu ? apa salah atas tanya ananda tadi pak ?"

Dalam bimbang dan pikir keras sang bapak tak habis pikir kenapa harus bocah 8 tahun yang berujar demikian . Kenapa anak nya yang berujar demikian .

" Anakku sayang  , saat ini jalani semua yang ingin kau jalani sesuai kata hatimu , pilih dan pilah yang benar dan salah, saat kau sekarang kau anak bapak , dan kami ibu bapak mu menginginkan kau ada , bukan tiada, jalani apa yang ingin kau jalani dengan sikap benarmu, biarkan air mengalir nak, suatu saat kala air berhenti dan bermuara kau pun akan tahu kenapa kau seperti ini nak , tanpa bapak jawab kaupun kan paham."

" Tapi kapa pak ? kala aku umur berapa ?

" tak perlu kau tanya kapan, dimana dan umur berapa nak , kala waktumu telah datang pasti tak kaurasa kau pahami semua ini, tak perlu kau risaukan masalh ini , jalani apa yang jadi jalanmu dan tetaplah berjalan tanpa kau pikir kan terlalu dalam hakikat mu."

" baiklah nak ,itu teman teman mu telah memanggil mu untuk bermain lekaslah sebelum mereka pergi:" putus sang ayah atas topik pelik ini, yang sang ayah pun penuh kebimbangan hidup harus jawab apa, bagaimana dan kenapa demikian.

'baiklah pak , aku pergi dulu " sambut seorang Udin sambil berlari dan pergi melupakan topik ini da kembali dengan riangnya permainan anak kecil lainya ....

Tapi sang ayah  masih berpusing atas semua ini. Sebab dirinya pun belum paham betul kenapa semua ini harus ditanyakan dan dia pun tak paham hakikatnya , hanya berlaku seperti hidup nya saja dan tetap mengalir seiring jalan yang di lalui.

Bagaimana dengan mu ?? kalian ?

 

 

 


Posted at 10/11/2006 5:13:22 am by dharmadmaja
Make a comment  

Tuesday, October 10, 2006
LELAKI TUA

 

Malam yang temaram temani langkah lelaki penuh duka yang mebisu tanpa sepatah kata pun bisa dan mampu terucap. Langkah bisu yang hanya sekedar langkah walau tak tahu harus kemana berjalan. Luka yang terlalu dalam atas lelaki bertubuh seonggok yang tertatih dalam pedih hidup yang selalu berusap dalam lindungan hati penuh duka , harus berputus atas segala yang telah hadir dalam hati yang beralun semakin hari semakin bertumpuk dalam segala hati yang terlukai ribuan hati .

Malam yang temaram harus memilih mana jalan kan terjalani ini atau harus kucari lekuk mana yang terjadi nanti ?

Malam yang temaram atas lelaki yang telah beruban dan renta harus berpulang atau harus terusi hidup penuh luka menganga ini ?

Jalan terjal & kerikil tajam telah warnai setiap retakan kaki seonggok tubuh renta lelaki ini. Ribuan hati telah jalani dan telah pula sobek hati dengan sembilu cinta. Harus sampai kapan ini kan jadi isi dalam jiwa ? harus sampai kapan jalan ini kan terus temaram ?

Lelaki tua yang tak mampu lagi bertahan atas luka yang semakin melukai ini. Lelaki tua yang tak lagi bias lakuakn semua yang bias terjadi nanti atau lusa kalau tetap bertahan atas segala perih setiap retakan kaki , setiap butir darah yang menetes , setiap sembilu luka yang menganga, setiap pedih rasa yang terasa¡¦.

Malam yang temaram temani hati kecil yang bingung langkah lekaki yang merasa kecil dan tak mungkin bisa melihat keatas lagi semasa dulu ¡¦ yang tak bisa lagi mengadu kepada siapa ini kan berjalan lagi seperti dahulu ? Lelaki yang tak mapu lagi berbicara apalagi berteriak atas semua derita ini.

Satu temaram langkah pedih, satu temaram langkah dan nafas tertahan , dalam dan menusuk atas setiap hela nafas ini. Terbatuk pun kan terasa semakin pedih.

Hanya berharap esok kan datang kala sinar kan terangi kembali.

Tapi kapan ? seibu lelaki telah terjejaki , seribu hati terlah melukai , seribu raga telah mencabuk, seribu nyawa telah coba membunuh setiap keping isi hati, seribu sukama telah hilangkan segala asa esok.

Akan kah hati ini kan bisa terobati kalau tetap hanya kureningi hati ini yang telah terluka? Akankah jantung ini kan kembali berdetak kalau sang lelaki hanya bisa merenung dan meratapi nasib? Sampai kapan kalau hanya bisa merasakan pedih tanpa bisa ada usaha mengobati ? sampai kapan kalau langkah ini tetap tertunduk dan tak mampu lagi melihat jalan mana yang kan tertempuh lelaki tua renta ini?

Lelaki yang hanya mampu tertunduk atas segala derita. Lelaki tua yang hanya bisa berduka dan tak mau mampu untuk menerima semua luka dengan iklas.

Lelaki yang hanya bisa berduka dan tak mampu berdiri lagi. Lelaki yang hanya mampu terseok tanpa ada niat untuk berjalan tegap.

Memang seribu hati telah meluai , seribu nyawa telah membelai dengan sembilu, tapi akankah sang lelaki haus terus merasakan pedihnya sembilu tanpa yang melukai tanpa usaha penyembuh? Atau hanya suatu usaha untuk lari dari semua derita dengan menutup diri tanpa mengusap peluh dan berdiri. Atau hanya tetap berjalan dan tertunduk tanpa keinginan melihat ada atau tidak sinar di sekitar yang kan bisa menerangi, tanpa bisa melihat adakah tangan yang bisa menggapai untuk bisa membasuh segala tets darah yang menetes, segala luka yang menganga dan segala serpihan nyawa yang terbuang. Atau hanya untuk terus tertunduk dan tak tahu arah kemana kan berjalan karena hanya bisa ratapi segala luka dan pedih nya ini semua.

Kalau hanya lelaki tua renta yang hanya bisa berjalan tertunduk seperti mayat tak tahu kemana arah tertuju sampai sang khalik memanggil di hari nanti, hanya seperti mayat yang membujur kaku dalam segala ikat setiap sendi yang terpaku dalam balutan kafan pucat menghias wajah biru.

Kapan sang lelaki kan bisa termukan jalan siang kan datang ? kalau hanya bisa tertunduk.

Kapan sang lelaki kan tahu sudahkah sekarang siang atau malam kalau hanya menutup diri dalam luka yang pedih dan menganga?

kalau hanya brkisah demikian buat apa sebuah drama kehidupan harus ada lakon utama  seorang leaki tua yang renta ? kenapa tidak yang lain yang lebi mampu suguhkan sandiwara kehidupan yang sebenarnya. Buat apa harus ada lakon utama lelaki tua yang tak tahu alur ekmana harus diabwa karena hanya tetap berkiprah dalam kepala tertunduk dan tubuh penuh luka yang bersibah darah.
Kenapa harus ada lakon lelaki tua yang tak tahu apa judul sandiwara ini , tanpa tahu kemana ending harus berakhir , sampai dimana alur yang harus dilakon
kan ? atau apa naskah yang harus berbicara. Karena lelaki hanya bisa tertunduk dan membisu tanpa melihat naskah drama ini.

Semoga lelaki tua renta kan temukan jalan pulang atau harus pergi untuk satu tujuan pasti nantinya, dank an tahu naskah mana yang harus bicara¡¦.

Hanya lelaki yang bisa bicara , hanya lelaki yang bisa berjalan lebih tegar , hanya lelaki yang bisa obati setiap nanar luka atau hanya dibiarkan penuh nanah dan bau busuk yang smakin menusuk, hanya lelaki yang bisa lihat dimana ka nada secercah sinar yang kan beri jalan kembali atau berjalan ekmana harus pergi untuk jemput siang tuk bisa lepas malam temaram ini.

 

02.00 am, Cikarang

untuk yang terkasih


Posted at 10/10/2006 3:22:54 am by dharmadmaja
Make a comment  

Wednesday, September 20, 2006
tak rasai isi hati

Malam gelap dan tak jua ku jelangi hariku bersamamu
Malam yang gelap dan tak lagi bisa kugapai hangatmu bersama kasihmu
Malam yang semakin gelap yang tak bisa lagi kugapai jemarimu bersama cinta yang kau tabur di hati ini
Malam yang semakin dingin yang tak juga bisa kudapati teang karena telah kau padamkan pelita yang tealh kujaga selama ku mampu ini
Malam yang teramat pedih bersama temaram ingatan indah bersama selama
mampu kutahan untuk satu hidup yang masih tersisa
Malam yang semakin larut untuk satu tujuan hidup yang tak mampu termiliki hati

Walau mudah bagimu untuk hilang segala rasa ini
Walau Mudah bagimu berganti dengan yang lebih dari rasa ku ini
Walau mudah bagi rasa mu lepas dari segala rindu yang memebelnggu ku setiap malam ku
Walau kan kau rasa bahagia bersama yang lain tapi tak kau rasa nestapa ataskasih tak terbalas
Walau kan kau bisa hidup seribu tahun utk mencinta dan mendapatkan yang lebih tapi tak kau rasa sesak dada ini sampai kapan kan tergapai indahmu lagi ....
Walau kan bisa kau dapati yang lebih dari ku tapi tak bisa kau dapati sedalam kasih atas nestapa yang ku pendam ini

 

teruntuk yang telah buat ku merindu

 


Posted at 9/20/2006 3:36:28 am by dharmadmaja
Make a comment  

semalam

Semalam tlah berlabuh dalam temaram gelap
Semalam telah berlayar dalam temaram sinar teraduk ombak
Semalam telah bersua dalam oleng rakit tak bertuan
Semalam  dalam segala guanda kemana harus berarah
Semalam bersama awan yang semakin pekat berlabuh tak tentu arah dimana kan tertuju
Semalam dalam galau tak terubah oleh waktu yang terus bergulir kapan sekarang berada
Semalam bersama jam pasir yang semakin habis tertuang tapi menunggu apa ?
Semalam bersama segala ketak pastian berujung satu tujuan apa yang kan di temui Semalam bersama rakit kosong tak bertuan berpaling berbisik di ombak yang mengalun bisu
Semalam bersama hampa dalam lenguh berbisik tak terdengar sepatah asapun

 


Posted at 9/20/2006 3:27:30 am by dharmadmaja
Make a comment  

Monday, August 28, 2006
saat sendu

Hari ini ku berdiri ...
Dalam ragu lengkah ku berayun
Hari ini ku berjalan dalam derap berat yang membebani ku
Hari ini ku bersimpuh dalam harap yang tak berujung berpangkal
Hari ini ku bersarang dalam sendu beralun mengais asa
Saat esok tak pula datangiku dalam suaku
Saat esok tak jua ku temui dikau dalam senyum simpul
Dalam kerling mata bersendau
Dalam tangis penuh bahagia
Saat ini diam dan kelam kelabu
Saat ini bersama dalam hati galau
Saat ini bersama dalam sengau  gelap terapung
Terduduk dalam kedua dunia yang beradu dalam tangis tak berujung
Dalam dua dunia yang berada di satu sisi kutub tak bersua
Aku terdiam pun kau terpaku saling tatap
Saling pandang dalam pendaman yang dlaam
Walau asa tak mampu kita gapai
Tapii sendu ini kan tetap jadi bahagia dalam seutas senyum kecill seorok bayi kita
Seorok bayii tertuang dalam rasa tak berpeluk asa esok
Walau esok kita tak pula temui lagii sendu ini ....
Tapii kini buat ku dan dirimu yakin
Dalam kelam dua dunia kita yang tak bersua di dua kutub ...
Tapii hati ini tetap akan ada dimana kita berada di dua kutub berada
Hati sendu ini walau bertolak tapii akan selalu terikatt ...
Dalam gelap dan kelam kelabu isi hatii
Dalam jalan yang berat membebanii
Dalam sendu yang terantuk berurat nadi ..

 

teruntuk orang tak tak sanggup termiliki di hati

 


Posted at 8/28/2006 4:34:57 am by dharmadmaja
Make a comment  

Next Page